Minggu, 08 November 2015
Sabtu, 23 Mei 2015
Rabu, 20 Mei 2015
Rabu, 08 April 2015
META-ANALISIS
Salah satu studi memperkirakan bahwa ada 40.000 jurnal terkait ilmu pengetahuan, dan para peneliti mengisi jurnal rata-rata satu artikel setiap 30 detik, 24 jam sehari, tujuh hari seminggu (Mahoney, 1985). Hal ini terbukti dengan mudahnya kita didalam mencari jurnal penelitian dari berbagai jenis pengetahuan, kemudahan ini tentunya tidak lepas dari pengaruh teknologi. Penelitian yang dilakukan oleh para ahli ini bertujuan untuk mencari suatu kebenaran atas suatu ilmu pengetahuan, hasil dari penelitian ini tentunya dapat dimanfaatkan oleh pihak lain sebagai pedoman mereka dalam mencari solusi dalam memecahkan suatu masalah. Hasil kajian yang ada pada masa lampau juga dapat digunakan sebagai referensi bagi peneliti di masa sekarang untuk memperbarui hasil penelitian sehingga relevan dengan perkembangan zaman.Belum lama ini saya membaca sebuah kajian mengenai Pusat Sumber Belajar yang ada di Sdyney University yang ditulis oleh Prof.Sitepu dari kajian tersebut saya dapat mengetahui Fungsi, Tujuan dan Kegiatan pada PSB tersebut.
Lalu Apa Itu Meta Analisis ?
A. PENELITIAN META-ANALISIS
Walaupun banyaknya penelitian yang dilakukan oleh para peneliti, tidak berarti penelitian tersebut memiliki manfaat bagi pihak lain, bisa jadi suatu penelitian yang dibuat telah ada sebelumnya, sehingga menyebabkan menumpuknya penelitian dengan judul yang sama dan membuat pembaca kesulitan didalam menyaring informasi yang mereka cari. Hal ini dapat dikatakan sebagai banjir informasi yang membuat pembaca harus memilih dengan selektif ilmu yang ingin dia cari. Untuk mencegah hal ini kita dapat melakukan Meta-Analisis, yaitu membantu kita didalam menggabungkan penelitian dengan judul yang sama. Dengan meta analisis kita dapat memadukan penelitian sebelumnya dengan judul yang sama dan melakukan ringkasan.
Para ilmuwan mengalami kesulitan besar dalam merancang dan melaksanakan eksperimen yang benar, sehingga meta-analisis memberi mereka alat kuantitatif untuk menganalisis data statistik yang diambil dari sejumlah studi, yang dilakukan selama beberapa periode waktu. Menurut Para Ahli :
- Meta analisis merupakan analisis kuantitatif dan menggunakan sejumlah data yang cukup banyak serta menerapkan metode statistik dengan mempraktekkannya dalam mengorganisasikan sejumlah informasi yang berasal dari sampel besar yang fungsinya untuk melengkapi maksud-maksud lainnya (Glass, 1981).
- Meta-analisis adalah tehnik yang digunakan untuk merangkum berbagai hasil penelitian secara kuantitatif dengan cara mencari nilai efek size ( Barbora 2009; Sutrisno, Hery, Kartono 2007).
B. TUJUAN META-ANALISIS
Tujuan utama dari meta analisis adalah untuk menguji heterogenitas efek, jika suatu studi heterogen maka kita tidak perlu menggabungkannya, tetapi jika studi tersebut tidak heterogen maka kita dapat menggabungkannya untuk mencari hasil yang benar.Selain itu tujuan meta-analisis adalah untuk mencari kebenaran berdasarkan data yang ada bukan semata untuk mencari kesimpulan saja, walaupun nanti hasilnya adalah suatu kesimpulan.
Dilihat dari prosesnya, meta-analisis merupakan suatu studi observasional retrospektif, dalam arti peneliti membuat rekapitulasi fakta tanpa melakukan manipulasi eksperimental. Selain itu dalam meta-analisis dilakukan Efek ukuran, yaitu perbedaan efek kejadian antara kelompok eksperimental dan kelompok kontrol dimana dalam meta-analisis gabungan effect size masing-masing studi yang kemudian di teliti dengan menggunakan teknik statistika tertentu. Karena pada umumnya pembuat meta-analisis tidak memiliki data dasar penelitian, maka praktis dimensi effect size yang digabungkan dalam meta-analisis sama dengan yang dilaporkan dalam artikel yang digabungkan.
Dalam salah satu skripsi yang saya baca dengan mengangkat tema Meta-analisis yang ditulis oleh Ruswana Anwar, Ia mengemukakan Tujuan meta-analisis yang pada umumnya tidak berbeda dengan jenis penelitian klinis lainnya, yaitu :
- Untuk memperoleh estimasi effect size, yaitu kekuatan hubungan ataupun besarnya perbedaan antar-variabel.
- Melakukan inferensi dari data dalam sampel ke populasi, baik dengan uji hipotesis (nilai p) maupun estimasi (interval kepercayaan).
-Melakukan kontrol terhadap variabel yang potensial bersifat sebagai perancu (confounding) agar tidak mengganggu kemaknaan statistik dari hubungan atau perbedaan.
C. JENIS-JENIS META ANALISIS
Meta analisis memiliki beberapa model atau Jenis-jenis dalam mengetahui effect size diantaranya :
- Fixed Effect Model
Metode ini didasarkan pada asumsi bahwa matematika umum (atau 'fixed') efek tunggal mendasari setiap penelitian dalam meta-analisis. Dengan kata lain, jika kita melakukan meta-analisis dengan kesempatan rasio , kita akan berasumsi bahwa setiap studi memperkirakan kesempatan ratio yang sama. Berdasarkan asumsi ini, jika setiap penelitian adalah besar tak berhingga, setiap penelitian akan menghasilkan hasil yang sama. Ini adalah sama dengan asumsi tidak ada (statistik) heterogenitas antara penelitian.
- Random Effects Model
Metode ini didasarkan pada penelitian yang memperkirakan pengaruh treatmen yang berbeda.Dalam rangka untuk membuat beberapa rasa pengaruh yang berbeda kita menganggap mereka memiliki distribusi dengan beberapa nilai tengah dan beberapa derajat variabilitas. Gagasan tentang random effects meta-analisis adalah untuk belajar tentang distribusi pengaruh berbagai kajian yang berbeda.
- Quality Effects Model
Pendekatan quality effects yang menggabungkan bukti dari serangkaian uji coba membandingkan 2 intervensi. Pendekatan ini menggabungkan heterogenitas efek dalam analisis efektivitas intervensi keseluruhan. Namun, tidak seperti model random effects, berdasarkan yang diamati antara percobaan heterogenitas, penyesuaian berdasarkan pengukuran heterogenitas antara studi metodologis.
D. METODE META-ANALISIS
Meta analisis ini merupakan penelitian yang menggunakan data sekunder berupa data-data dari hasil penelitian sebelumnya Dengan demikian penelitian ini dapat disebut sebagai penelitian yang bersifat ex-post facto yang berbentuk survey dan analisis kepustakaan terhadap penelitian-penelitian yang telah dilakukan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melaksanakan suatu meta analisis :
Glass (1981) = fokus pada deteksi dari
moderator variable
Hedges dan Olkin (1985) = memakai teknik
weighted least squares
Rosenthal dan Rubin (1991) = sama seperti
Hedges-Olkin, bedanya hanya pada test
signifikansi untuk mengkombinasikan
effect size
Hunter dan Schmidt (1990) = bedanya dengan yang lain adalah metode ini
berusaha mengkoreksi error potensial sebelum meta-analysis mengintegrasikan
effect study antar studi.
Selain itu
dalam buku Hunter, J.E., & F.L. Schmidt (1990). Methods of
meta-analysis.
Terdapat pendekatan yang dapat dilakukan dalam proses
Meta-Analisis :
PERHITUNGAN
SUARA : Pendekatan ini dilakukan untuk memilih penelitian melalui perhitungan suara dengan memilih studi yang dianggap paling mewakili data yang diinginkan.
CLASSIC OR
GLASSIAN META-ANALYSIS : Awalnya Glass mengatur pola meta-analisis
konvensional: seperti menentukan pertanyaan yang harus diperiksa, mengumpulkan
penelitian,, dan menganalisa hubungan antara fitur studi dan hasil.
EFEK STUDI META-ANALISIS : Dua efek studi dari meta
analisis menurut Glass. Pertama, aturan yang lebih selektif. Kedua, penelitian
adalah bagian dari analisa dan setiap penelitian dampaknya untuk menjaga
kemandirian data.
UJI HOMOGENITAS
: Beberapa Ahli berpendapat bahwa uji statistik konvensional tidak sesuai untuk
meta-analisis. Tes homogenitas dikembangkan untuk menentukan kemungkinan bahwa variasi
antara efek ukuran adalah kesalahan sampling. Jika statistik homogenitas
signifikan untuk kelompok studi, prosedur analog dengan analisis dapat
digunakan.
E. KESIMPULAN
Dari berbagai artikel dan jurnal penelitian mengenai meta analisis yang saya baca, kesimpulan yang saya dapat bahwa meta analisis adalah analisis dari analisis. Jadi studi penelitian sejenis yang telah dilakukan oleh para peneliti kemudian dianalis kembali dengan teknik statistiku untuk meringkas, dan meninjau penelitian kuantitatif sebelumnya.
F. SUMBER
- Glass, G.V, McGaw, B., & M.L. Smith (1981). Meta-analysis in social research. Beverly Hills, CA: Sage.
- Hunter, J.E., & F.L. Schmidt (1990). Methods of meta-analysis. Newbury Park, CA: Sage.
- Kavale, K. A., & Glass, G. V. (n.d.). Meta-Anaylsis and The Integoration of research in special education. Meta-Anaylsis, 537.
- http://www.irrodl.org/index.php/irrodl/article/view/493/1147
- http://bitungsibryan.blogspot.com/2013/04/penelitian-meta-analisis.html
Minggu, 28 September 2014
BUKU TEKS PELAJARAN
The world is A BOOK and those who do not travel read only one page.Buku merupakan jendela dunia, karena dengan membacanya kita dapat menjelajahi dunia tanpa perlu mengeluarkan uang yang banyak. Buku membuka wawasan kita terhadap hal-hal yang baru dan juga meningkatkan imajinasi seseorang yang membacanya.
Kita mungkin sering membaca buku, tetapi tidak
semua dari kita mengetahui apa pengertian buku itu sendiri. Menurut B.P Sitepu
“Buku adalah kumpulan kertas berisi informasi, tercetak, disusun secara sistematis,
dijilid serta bagian luarnya diberi pelindung terbuat dari kertas tebal, karton
atau bahan lain. Kategorisasi buku menurut Permendiknas nomor 2 Tahun 2008
adalah :
1. Buku teks pelajaran merupakan buku acuan
wajib yang digunakan disatuan pendidikan dasar dan menengah atau perguruan
tinggiyang memuat materi pembelajaran dalam rangka peningkatan keimanan,
ketaqwaan, akhlaq mulia dan kepribadian.
2. Buku panduan pendidik adalah buku yang memuat
prinsip, prosedur, deskripsi materi pokok, dan model pembelajaran untuk
digunakan oleh pendidik.
3. Buku pengayaan yaitu buku yang memuat materi
untuk memperkaya pengetahuan pembelajar diluar dari buku teks pendidikan dasar.
4. Buku referensi merupakan buku yang dapat
digunakan untuk memperoleh informasi.
Apa
yang terlintas di pikiran anda jika membaca sebuah buku yang sangat bagus ? Siapa penulisnya??
So do I, Penulis dan buku tidak dapat
dipisahkan. Penulis mungkin masih menjadi profesi yang masih jarang di
gandrungi setiap orang walaupun kenyataannya Industri perbukuan di Indonesia
kini telah berkembang tetapi Indonesia masih kekurangan penulis yang
berkualitas. Mungkin banyak remaja yang mulai mencoba menjadi seorang penulis
tetapi hal ini hanya dijadikan hobi semata walaupun buku yang ia tulis nantinya
di edarkan dipasaran hal ini pun hanya untuk mencari keuntungan sesaat.
Sehingga buku yang ditulisnya cenderung tidak berkualitas, sebagai seorang
pencinta buku saya menyadari bahwa ada banyak sekali novel dengan berbagai
judul dipasaran. Tetapi tidak semua novel tersebut memiliki alur cerita yang
orisinil bahkan ada novel yang memiliki cerita yang tidak berbeda jauh. Hal ini
membuktikan menjadi penulis bukan hal yang mudah dilakukan begitupun menjadi
penulis BUKU TEKS PELAJARAN.
Buku teks pelajaran menurut
Kementerian Pendidikan Nasional yang tercantum dalam Permendiknas Nomor 2
Tahun 2008 adalah buku acuan wajib untuk digunakan di satuan
pendidikan dasar dan menengah atau perguruan tinggi yang memuat materi
pembelajaran dalam rangka peningkatan keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, dan
kepribadian, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, peningkatan kepekaan
dan kemampuan estetis, peningkatan kemampuan kinestetis dan kesehatan yang
disusun berdasarkan standar nasional pendidikan.
Keberadaan buku teks pada proses
pembelajaran tidak dapat dihilangkan, walaupun kini peserta didik dapat
memperoleh materi yang ia pelajari dari berbagai sumber tetapi buku teks tetap
digunakan karena buku teks merupakan pedoman bagi peserta didik untuk belajar
secara mandiri. Khususnya kini dimana sistem pembelajaran berorientasi pada
siswa (student centered), hal ini tentu membuat buku teks pelajaran sangat
dibutuhkan sebagai sumber yang dapat di pelajari kapan saja dan dimana saja.
Buku teks menjadi salah satu sumber belajar yang sulit tergantikan.Buku Teks
yang baik memiliki 3 bagian yaitu:
- Bagian
awal, terdiri dari cover, kata pengantar, daftar isi.
- Bagian
isi, terdiri dari tujuan pembelajaran, isi materi, soal latihan
- Bagian
akhir , terdiri dari lampiran, glosarium, daftar pustaka, indeks.
Menulis Buku Teks Pelajaran bukanlah hal
yang mudah karena ada banyak hal yang harus diperhatikan dan juga rambu-rambu
yang harus ditaati oleh seorang penulis buku teks. Berikut merupakan kesimpulan yang saya dapatkan dari berbagai sumber
tentang tata cara penulisan buku teks
pelajaran yang baik dan benar :
Komponen Dasar
1. Identifikasi
sasaran
Sasaran disini yaitu peserta
didik seperti SD,SMP,SMA maupun Mahasiswa. Penulis harus tahu siapa sasaran
mereka sehingga buku yang ditulis sesuai dengan kebutuhan peserta didik
tersebut.Walaupun nantinya buku tersebut akan digunakan oleh orang banyak/umum
tetapi buku tetap harus disesuaikan dengan sasarannya.
2. Isi/Materi
Isi buku merupakan hal yang
harus diperhatikan. Ada banyak hal yang harus di pertimbangkan seperti relevansi antara buku teks
dengan kurikulum, apakah buku itu sudah mengandung tujuan pembelajaran yang
baik, apakah bahasa yang digunakan jelas dan sesuai dengan karakteristik
peserta didik.
3. Sistematika
Buku Teks
Hal ini berkaitan dengan
tata letak/ layout dari sebuah buku agar mudah dipahami dan teratur .Dengan
mengetahui hal ini penulis dapat merancang buku yang baik dan meletakkan setiap
bagian dengan tepat.
4. Bahasa
Yang Digunakan
Bahasa yang digunakan pada
buku Teks dengan novel sangat lah berbeda karena bahasa pada novel biasanya
disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari sehingga mudah dipahami. Sedangkan
untuk buku Teks bahasa yang digunakan adalah bahasa yang baku atau sesuai
dengan EYD, tetapi hal ini tidak membuat buku teks sulit dipahami, maka dari
itu penulis buku teks harus memiliki pengetahuan tentang tata cara menulis yang
baik dan benar. Sehingga disaat siswa membaca buku Teks dia akan mudah memahami
buku tersebut walaupun dikemas dengan kata yang baku.
5. Aspek
penyajian
Aspek penyajian berbeda
dengan sistematika, karena pada bagian ini penulis diharapkan dapat menyalurkan
kreativitas mereka. Hal ini berkaitan dengan Packaging dari buku tersebut,
seperti gambar yang digunakan untuk mengilustrasikan materi, kombinasi warna
yang digunakan, cara penyajian soal yang menarik dan berbeda sehingga
menimbulkan minat siswa untuk membaca.
6. Faktor
fisik
Faktor fisik sebuah buku
mengacu pada penampilan buku yang disesuaikan dengan peserta didik, seperti
ketebalan buku, kertas yang digunakan, font yang dipakai. Seperti buku untuk
anak SD biasanya lebih tebal dengan font yang besar pula agar mereka mudah
membacanya, sedangkan buku baca untuk orang dewasa biasanya berukuran sedang
selain itu kertas yang digunakan pun biasanya jenis kertas Koran hal ini agar
mata orang dewasa tidak cepat lelah saat membaca buku.
Komponen Pelengkap
A. Buku
petunjuk bagi guru yang berisi pedoman di dalam melaksanakan proses
belajar-membelajarkan, pada kurikulum 2013 setiap guru diberikan buku dimana
pada buku tersebut terdapat rambu-rambu yang boleh dan tidak boleh dilakukan
oleh seorang guru.
B. Glosarium,
hal ini membantu siswa untuk mengetahui kata-kata yang tidak Ia mengerti.
C. Daftar
pustaka, digunakan agar siswa dapat mencari referensi lain dari buku tersebut.
Dalam penyusunan Buku Teks terdapat 3 prinsip yang harus diperhatikan :
A. Prinsip
konsistensi : berkaitan dengan kesesuain isi buku tersebut. Misalnya Tujuan
pembelajaran yang harus dicapai ada empat maka, pokok bahasannya pun juga
empat. Jadi apa yang disajikan harus sesuai dengan apa yang ingin dicapai.
B. Prinsip
kecukupan : hal ini memiliki arti keseimbangan yaitu materi yang disampaikan
tidak boleh melebihi maupun kurang dari kompetensi yang ingin dicapai, karena
jika berlebihan akan membuat peserta didik lelah sedangkan jika kurang maka
akan menyulitkan peserta didik untuk mencapai kompetensi tersebut.
C. Prinsip
relevansi : Yaitu keterkaitan antara materi dengan komptensi yang ingin
dicapai, selain itu materi juga harus disesuaikan dengan perkembangan zaman.
Misalnya pada buku teks PLKJ, materi yang dibuat harus sesuai dengan budaya
setempat, karena lingkungan perkotaan dan pedesaan berbeda.
Ketentuan
didalam pembuatan Buku Teks Pelajaran
A. Persyaratan
berdasarkan dengan isi buku :
- Harus memuat materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
- Antara tujuan dan kemampuan yang ingin dicapai hendaknya sesuai
- Sesuai dengan ilmu pengetahuan yang bersangkutan dan juga perkembangan zaman
- Isi buku tidak mengandung hal-hal diluar materi ajar (seperti politis,hal berbau SARA)
B. Persyaratan
Berdasarkan Penyajian
- Buku hendaknya sistematis sehingga tidak membingungkan saat dipelajari
- Menumbuhkan minat peserta didik
- Mengacu pada aspek kognitif, afektif dan psikomotor.
- Menggunakan bahasa ilmiah dan formal
C. Persyaratan
berdasarkan Bahasa
- Menggunakan bahasa Indonsesia yang baik dan benar serta kalimat yang dirangkai disesuaikan dengan sasaran pembaca.
D. Persyaratan
berdasarkan dengan Ilustrasi
- Relevan dengan konsep, prinsip yang disajikan
Sumber :
Sitepu, B.P, Penulisan
Buku Teks Pelajaran, Bandung: P.T Remaja Rosdakarya, 2012
Langganan:
Postingan (Atom)






