Rabu, 08 April 2015

META-ANALISIS



Salah satu studi memperkirakan bahwa ada 40.000 jurnal terkait ilmu pengetahuan, dan para peneliti mengisi jurnal rata-rata satu artikel setiap 30 detik, 24 jam sehari, tujuh hari seminggu (Mahoney, 1985). Hal ini terbukti dengan mudahnya kita didalam mencari jurnal penelitian dari berbagai jenis pengetahuan, kemudahan ini tentunya tidak lepas dari pengaruh teknologi. Penelitian yang dilakukan oleh para ahli ini bertujuan untuk mencari suatu kebenaran atas suatu ilmu pengetahuan, hasil dari penelitian ini tentunya dapat dimanfaatkan oleh pihak lain sebagai pedoman mereka dalam mencari solusi dalam memecahkan suatu masalah. Hasil kajian yang ada pada masa lampau juga dapat digunakan sebagai referensi bagi peneliti di masa sekarang untuk memperbarui hasil penelitian sehingga relevan dengan perkembangan zaman.Belum lama ini saya membaca sebuah kajian mengenai Pusat Sumber Belajar yang ada di Sdyney University yang ditulis oleh Prof.Sitepu dari kajian tersebut saya dapat mengetahui Fungsi, Tujuan dan Kegiatan pada PSB tersebut.

Lalu Apa Itu Meta Analisis ?

A.      PENELITIAN META-ANALISIS
Walaupun banyaknya penelitian yang dilakukan oleh para peneliti, tidak berarti penelitian tersebut memiliki manfaat bagi pihak lain, bisa jadi suatu penelitian yang dibuat telah ada sebelumnya, sehingga menyebabkan menumpuknya penelitian dengan judul yang sama dan membuat pembaca kesulitan didalam menyaring informasi yang mereka cari. Hal ini dapat dikatakan sebagai banjir informasi yang membuat pembaca harus memilih dengan selektif ilmu yang ingin dia cari. Untuk mencegah hal ini kita dapat melakukan Meta-Analisis, yaitu membantu kita didalam menggabungkan penelitian dengan judul yang sama. Dengan meta analisis kita dapat memadukan penelitian sebelumnya dengan judul yang sama dan melakukan ringkasan.
Para ilmuwan mengalami kesulitan besar dalam merancang dan melaksanakan eksperimen yang benar, sehingga meta-analisis memberi mereka alat kuantitatif untuk menganalisis data statistik yang diambil dari sejumlah studi, yang dilakukan selama beberapa periode waktu. Menurut Para Ahli :
Meta analisis merupakan analisis kuantitatif dan menggunakan sejumlah data yang cukup banyak serta menerapkan metode statistik dengan mempraktekkannya dalam mengorganisasikan sejumlah informasi yang berasal dari sampel besar yang fungsinya untuk melengkapi maksud-maksud lainnya (Glass, 1981).   
- Meta-analisis adalah tehnik yang digunakan untuk merangkum berbagai hasil penelitian secara kuantitatif dengan cara mencari nilai efek size ( Barbora 2009; Sutrisno, Hery, Kartono 2007).

B.   TUJUAN META-ANALISIS
Tujuan utama dari meta analisis adalah untuk menguji heterogenitas efek, jika suatu studi heterogen maka kita tidak perlu menggabungkannya, tetapi jika studi tersebut tidak heterogen maka kita dapat menggabungkannya untuk mencari hasil yang benar.Selain itu tujuan meta-analisis adalah untuk mencari kebenaran berdasarkan data yang ada bukan semata untuk mencari kesimpulan saja, walaupun nanti hasilnya adalah suatu kesimpulan.
Dilihat  dari  prosesnya,  meta-analisis  merupakan  suatu  studi observasional retrospektif, dalam arti peneliti membuat rekapitulasi fakta tanpa melakukan manipulasi eksperimental. Selain itu dalam meta-analisis dilakukan Efek ukuran,  yaitu perbedaan efek kejadian antara kelompok eksperimental dan kelompok kontrol dimana dalam meta-analisis gabungan effect size masing-masing studi yang  kemudian di teliti dengan menggunakan teknik  statistika tertentu. Karena  pada  umumnya pembuat meta-analisis tidak  memiliki  data dasar  penelitian,  maka  praktis  dimensi  effect  size  yang  digabungkan  dalam meta-analisis  sama  dengan  yang  dilaporkan  dalam  artikel  yang  digabungkan.
Dalam salah satu skripsi yang saya baca dengan mengangkat tema Meta-analisis yang ditulis oleh Ruswana Anwar, Ia mengemukakan Tujuan  meta-analisis yang pada  umumnya  tidak  berbeda  dengan  jenis  penelitian klinis lainnya, yaitu :
- Untuk  memperoleh  estimasi  effect  size,  yaitu  kekuatan  hubungan  ataupun  besarnya perbedaan antar-variabel.
- Melakukan  inferensi  dari  data dalam  sampel  ke  populasi,  baik  dengan  uji hipotesis (nilai p) maupun estimasi (interval kepercayaan).
-Melakukan kontrol terhadap variabel  yang potensial  bersifat sebagai perancu (confounding)  agar  tidak  mengganggu  kemaknaan  statistik  dari  hubungan atau perbedaan.

C.   JENIS-JENIS META ANALISIS
Meta analisis memiliki beberapa model atau Jenis-jenis dalam mengetahui effect size diantaranya :  
-          Fixed Effect Model     
         Metode ini didasarkan pada asumsi bahwa matematika umum (atau 'fixed') efek tunggal mendasari setiap penelitian dalam meta-analisis. Dengan kata lain, jika kita melakukan meta-analisis dengan kesempatan rasio , kita akan berasumsi bahwa setiap studi memperkirakan kesempatan ratio yang sama. Berdasarkan asumsi ini, jika setiap penelitian adalah besar tak berhingga, setiap penelitian akan menghasilkan hasil yang sama. Ini adalah sama dengan asumsi tidak ada (statistik) heterogenitas antara penelitian.
-          Random Effects Model
        Metode ini didasarkan pada penelitian yang memperkirakan pengaruh treatmen yang berbeda.Dalam rangka  untuk membuat beberapa rasa pengaruh yang berbeda kita menganggap mereka memiliki distribusi dengan beberapa nilai tengah dan beberapa derajat variabilitas. Gagasan tentang random effects meta-analisis adalah untuk belajar tentang distribusi pengaruh berbagai kajian yang berbeda.
-          Quality Effects Model
  Pendekatan quality effects yang menggabungkan bukti dari serangkaian uji coba membandingkan 2 intervensi. Pendekatan ini menggabungkan heterogenitas efek dalam analisis efektivitas intervensi keseluruhan. Namun, tidak seperti model random effects, berdasarkan yang diamati antara percobaan heterogenitas, penyesuaian berdasarkan pengukuran heterogenitas antara studi metodologis.

D.   METODE META-ANALISIS
Meta analisis ini merupakan penelitian yang menggunakan data sekunder berupa data-data dari hasil penelitian sebelumnya  Dengan demikian penelitian ini dapat disebut sebagai penelitian yang bersifat ex-post facto yang berbentuk survey dan analisis kepustakaan terhadap penelitian-penelitian yang telah dilakukan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melaksanakan suatu meta analisis :
 Glass (1981) = fokus pada deteksi dari moderator variable
 Hedges dan Olkin (1985) = memakai teknik weighted least squares
Rosenthal dan Rubin (1991) = sama seperti Hedges-Olkin, bedanya hanya pada test 
signifikansi untuk mengkombinasikan effect size
Hunter dan Schmidt (1990) = bedanya dengan yang lain adalah metode ini 
berusaha mengkoreksi error potensial sebelum meta-analysis mengintegrasikan
effect study antar studi.

Selain itu dalam buku Hunter, J.E., & F.L. Schmidt (1990). Methods of meta-analysis. 
Terdapat pendekatan yang dapat dilakukan dalam proses Meta-Analisis :

PERHITUNGAN SUARA : Pendekatan ini dilakukan untuk memilih penelitian melalui perhitungan suara dengan memilih studi yang dianggap paling mewakili data yang diinginkan.
CLASSIC OR GLASSIAN META-ANALYSIS : Awalnya Glass mengatur pola meta-analisis konvensional: seperti menentukan pertanyaan yang harus diperiksa, mengumpulkan penelitian,, dan menganalisa hubungan antara fitur studi dan hasil.
EFEK STUDI  META-ANALISIS : Dua efek studi dari meta analisis menurut Glass. Pertama, aturan yang lebih selektif. Kedua, penelitian adalah bagian dari analisa dan setiap penelitian dampaknya untuk menjaga kemandirian data.
UJI HOMOGENITAS : Beberapa Ahli berpendapat bahwa uji statistik konvensional tidak sesuai untuk meta-analisis. Tes homogenitas dikembangkan untuk menentukan kemungkinan bahwa variasi antara efek ukuran adalah kesalahan sampling. Jika statistik homogenitas signifikan untuk kelompok studi, prosedur analog dengan analisis dapat digunakan.

E.    KESIMPULAN
Dari berbagai artikel dan jurnal penelitian mengenai meta analisis yang saya baca, kesimpulan yang saya dapat bahwa meta analisis adalah analisis dari analisis. Jadi studi penelitian sejenis yang telah dilakukan oleh para peneliti kemudian dianalis kembali dengan teknik statistiku untuk  meringkas, dan meninjau penelitian kuantitatif sebelumnya.


F.    SUMBER

-          Glass, G.V, McGaw, B., & M.L. Smith (1981). Meta-analysis in social research. Beverly Hills, CA: Sage.

-          Hunter, J.E., & F.L. Schmidt (1990). Methods of meta-analysis. Newbury Park, CA: Sage.

-          Kavale, K. A., & Glass, G. V. (n.d.). Meta-Anaylsis and The Integoration of research in special education. Meta-Anaylsis, 537.

-          http://echo.edres.org:8080/meta/

-          http://www.irrodl.org/index.php/irrodl/article/view/493/1147


-          http://bitungsibryan.blogspot.com/2013/04/penelitian-meta-analisis.html